terima kasih, Tuhan

29 01 2009

“Aduh… jangan sekarang deh. Lagi krismon nih.” Jadi ingat lagi kejadian-kejadian di tahun 98 dulu. Disaat negara kita adalah salah satu negara yang dilanda krismon (= krisis moneter). Semua orang berubah dan mengubah gaya hidup. Ada yang memilih demikian, tapi lebih banyak lagi yang memang tidak punya pilihan. Saya termasuk salah satu yang beruntung dan masuk ke golongan yang pertama. Yang memilih untuk mengubah gaya hidup. But I survived. No major loss. In fact, very very close to no loss at all. For me, it was like, krismon was for other people. It was something that happened in another world. Not my world.

Sekarang? It’s krismon lagi. Bedanya, kali ini semua negara di dunia dilanda krisis moneter yang sama. And me? I am so very thankful that I can still say that I am still untouched. But is it something of another world’s far away from mine, like it was before? Well, agak sulit untuk tetap berpikiran seperti itu lagi. Apa pasal? Even though I still have my job, my husband still provides, my son still goes to school, but this krismon manage to affect people I know. Let me pertegas lagi, orang-orang yang dekat dengan saya. Orang-orang yang saya kenal. Some are even my family.

So what do I do now? Thankful as hell. Di saat orang-orang banyak yang kehilangan pekerjaan, saya masih punya pekerjaan dan rasa aman bahwa saya tetap akan punya pekerjaan dimasa krisis ini. Di saat orang-orang banyak yang tidak bisa makan cukup, saya masih bisa mengajak keluarga dan anak-anak makan di restaurant dan main di mall. Di saat banyak orang sedang kekurangan, saya justru masih berlebih sehingga bisa sedikit memberi dari kelebihan saya.

I am so thankful that I feel ashamed to be asking for a salary increase. I should be grateful for all that I have, that I don’t think I should be asking for anything more. Not yet. Not when people around me are starving, jobless and even homeless.

Saya bersyukur bahwa tadi saya masih bisa mengantar dan menjemput Abang ke dan dari sekolah. Saya beryukur bahwa saya bisa lihat kertas ulangan Abang dengan nilai 9 tertulis di situ. Saya bersyukur bahwa saat saya melihat slip gaji saya tadi, nilainya lebih banyak daripada yang tertera bulan lalu. Saya beryukur bahwa tadi malam saya bisa makan enak di restaurant mewah. Saya bersyukur.

Thank you God.

280109


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: