My Article in Femina

30 09 2011

I want to share my article that was published in Femina a while ago.

REPOTNYA SEKOLAH

Memang benar adanya kalau orang bilang bahwa sekarang ini jaman sudah terbolak-balik. Apa yang terjadi di jaman sekarang ini pasti tidak pernah terpikirkan di masa satu generasi terdahulu.

Sekarang ini jamannya orang tua ikut-ikutan repot dengan urusan sekolah anak-anaknya. Bukan, maksud saya bukan hanya repot mencari sekolah terbaik buat putra-putrinya. Kalau yang satu itu memang sudah menjadi kerepotan orang tua dari jaman Siti Nurbaya mungkin. Yang saya maksud dengan ikut repot disini adalah betul-betul repot di dalam kegiatan mereka bersekolah dari hari ke harinya. Percaya atau tidak, suatu hari saya menjadi sibuk ber-bbm ria dengan sesama ibu-ibu orang tua murid menanyakan nomor telpon guru wali kelas anak saya. Apa sebab? Buku PS IPA anak saya tidak ada di rumah, dan saya harus menelpon ibu guru wali kelas untuk memastikan bahwa buku PS tersebut memang dikumpulkan. Ini lantaran ketika bertanya pada anak saya mengenai keberadaan bukunya, jawabnya enteng saja, “Nggak tau tuh, Bu. Kalau nggak ada di rumah ya berarti ada di sekolah kali ya.” Menyebalkan.

Kali lain, seorang teman menanyakan di bbm-group, “Eh, besok seragam anak-anak apa sih ya? Putih-putih atau baju olah raga?” Halah…. Sementara saya ingat banget dulu waktu jaman saya SD, saya tidak pernah lupa besok harus pakai seragam yang mana. Dan saya yakin orang tua saya tidak pernah harus mengingatkan saya. Saya yang harus ingat sendiri. Karena kalau salah kostum ke sekolah, sudah pasti hukumannya dijemur di lapangan panas. Duh, jangan sampai deh…

Masih terbayang jelas dimasa saya bersekolah dulu, mana pernah orang tua saya saling berkomunikasi verbal dengan para guru sering-sering? Paling-paling mereka bertemu hanya sekali satu semester, yaitu pada waktu pembagian rapor. Tapi sekarang? Wah, bisa-bisa setiap hari bertukar sms, bbm, saling bertelepon, atau bahkan menyempatkan diri untuk bertemu muka. Hanya untuk mengkonfirmasikan apa PR di hari tersebut, apakah mata pelajaran tertentu akan ulangan di keesokan hari nya, atau hanya sekedar menanyakan tentang seragam olah raga atau topi yang tertinggal di sekolah! Yang paling menyebalkan adalah bila terkadang karena tulisan anak di buku Agenda tidak terbaca jelas dan malas menanyakan pada anak, akhirnya saya lebih sering memilih jalan pintas, yaitu menelpon ibu guru dan bertanya. Lagipula benar kata orang kan, malu bertanya, sesat di jalan. Daripada anak saya salah mengerjakan PR atau tugas lainnya kan?

Hari ini pagi-pagi saya sudah repot mengirimkan pesan ke ibu guru wali kelas anak saya. Hanya untuk menanyakan apakah kegiatan ekstra kurikuler catur diadakan atau tidak siang nanti. Hanya karena anak saya tidak tahu jadwal kegiatan tersebut. Ketika saya tanya, eh, dia malah balik tanya, “Memangnya ada ekskul hari ini, Bu?” Waduuuhhhh…..

Urusan ekskul ini, percaya atau tidak, bisa jadi urusan yang paling merepotkan. Ibu-ibu jadi repot mencari ekskul yang harinya sama dengan hari ekskul teman-teman yang lain. Kenapa? Cuma karena ingin memastikan kami akan ada temannya pada saat harus menunggu anak-anak ekskul. Halah.

Ada satu mata pelajaran yang paling membuat susah kehidupan kami semua. Mata pelajaran yang bukan saja menyulitkan anak-anak, tapi kami para ibu. Pelajaran bahasa Mandarin! Sungguh, untuk urusan yang satu ini, saya dan ibu-ibu lainnya selalu repot mencari, meminjam dan menyalin catatan dari murid yang paling pandai atau bahkan dari sang guru. Kehidupan kami betul-betul dipersulit oleh bahasa Mandarin. Akhirnya karena tidak mau repot, kami pun sepakat juga untuk mendaftarkan anak-anak kami untuk ikut les bahasa Mandarin. Karena kami sudah malas untuk belajar dan mengajarkannya kepada anak-anak kami di rumah!

Mungkin dikarenakan anak sekarang kelewat manja. Apa-apa sangat mudah didapatkan. Mereka pikir yang harus mereka lakukan hanyalah membuat PR, belajar kalau ada ulangan, dan membuat tugas-tugas yang diberikan oleh para guru. Tapi yang paling menggemaskan adalah, untuk hal-hal itu pun kami para orang tua harus ikut turun tangan dan memastikan bahwa tugas-tugas sekolah yang dikerjakan oleh anak-anak kami sudah betul. Kadang kami para ibu sibuk ikut mengerjakan PR anak-anak, mencari bahan-bahan prakarya sampai ke pelosok-pelosok kota Jakarta bahkan terkadang sampai larut malam, dan ikut memastikan bahwa semua perlengkapan sekolah sudah masuk ke dalam tas setiap malam sebelum tidur. Pernah suatu ketika saya lupa memeriksa tas anak saya, dan ketika saya mengantarkan dia ke sekolah pagi harinya, baru dia menyadari bahwa pensil warnanya tertinggal di rumah. Terpaksalah setelah menurunkan dia di sekolah, saya pun langsung mencari toko yang buka 24 jam untuk membeli pensil warna dan berputar balik ke sekolah untuk menitipkan pensil warna tersebut ke pak satpam. Alhasil terlambatlah saya tiba di kantor.

Beberapa waktu yang lalu seorang teman menceritakan pengalaman hari pertama mengantar anaknya yang baru masuk suatu SD yang sangat terkenal dengan kedisiplinannya. “Saking takut anak gue salah seragam dan salah bawa buku, jadilah pagi itu gue bawa semua seragam dan buku-buku Inka di mobil. Daripada nanti ternyata ada yang ketinggalan…”

Teman lainnya lebih parah lagi. “Saking takutnya telat masuk sekolah, gue sampai tidak bisa tidur malamnya. Takut nggak bisa atau telat bangun pagi…”

Sebegitu repotnya kah memiliki anak-anak berusia sekolah? Yang pasti, kerepotan paling besar buat saya terjadi setiap menjelang akhir semester. Ya, saat anak-anak menghadapi ulangan umum dan ujian kenaikan kelas. Tahu tidak, biasanya dua minggu sebelum masa ulangan umum dimulai, saya dan ibu-ibu yang lain selalu menyempatkan untuk berkumpul dan berbagi tugas. Ya, tugas membuat soal-soal latihan ulangan umum! Biasanya satu ibu akan kebagian membuat soal-soal untuk tiga atau empat mata pelajaran. Akhir semester selalu menjadi masa dimana kami para ibu berubah fungsi menjadi guru dadakan! Duh repotnya….


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: