Ke McDonald’s? Yang di Pondok Indah aja…

28 04 2012

Saya punya cerita. Dan my friend insists that I post my story here.

Salah satu yang menjadi kebiasaan saya dan keluarga adalah pergi cari sarapan setelah pulang gereja setiap hari Minggu pagi. Biasanya, supaya cepat dan gampang, fast food restaurant menjadi pilihan favorit. Berhubung ada 2 anggota keluarga yang masih belum dewasa, jadilah McDonald’s sebagai pilihan tersering. McDonald’s di Pondok Indah. Kesukaan anak-anak saya adalah Sausage McMuffin. Selalu itu yang dibeli kalau kami pergi kesana untuk sarapan. Sementara saya lama-lama menjadi bosan dengan menu tersebut.

Akhirnya saya pun mulai beralih, mencari pilihan lain yang berbeda. Di sebelah McDonald’s ada KFC. Jadilah saya kesana dan mencoba menu sarapannya. Riser. Enak. Enak sekali. Saya suka banget. Bahkan saya lebih suka riser daripada sausage McMuffin. Tapi anak-anak saya tetap tidak mau beralih dari McDonald’s. So, to compromise, yang selalu saya lakukan adalah ngedrop anak-anak di McD, and let them have their breakfast there. Sementara saya langsung pergi ke toko ayam sebelah dan buy my breakfast there. Sometimes I eat there, other times I bring my food to McD.

Tapi bukan itu yang sebenarnya menjadi pokok tulisan ini. It’s about something else that happened during all that time. Something (still happens sampai sekarang) yang menurut saya sangat interesting. Ada salah satu mbak yang melayani di sana. Si mbak yang sangat baik dan ramah. Menurut saya tingkat keramahan si mbak ini is beyond words. (And I am so ashamed to say that until this very day I still don’t know her name). Dia selalu dengan ramah menyambut dan menyapa saya dan keluarga. Dan saya tahu dia melakukan itu dengan kesungguhan, bukan cuma sekedar menyapa cuma karena itu sudah menjadi tugasnya.

Setiap kali kami datang, dia selalu mengajak berbincang-bincang ringan. Sampai akhirnya dia tahu bahwa kami selalu datang ke sana setelah pulang dari gereja. So her greetings then became, “Baru pulang gereja, bu?” I am just so amazed. Sekali waktu kami   ke gereja dengan jadwal yang berbeda. Sapaannya menjadi, “Tumben bu pulang gereja jam segini.” Wow. She noticed. Saat saya datang tanpa suami, dia bilang, “Bapak nggak ikut, bu?” Exceptional. She always makes me feel good when I come. The way she smiles and eagerly comes to serve me like I was her number one customer makes me feel that I am the most important visitor of the day. Mbak di McDonald’s Pondok Indah itu, I think she is entitled to be the Employee of the Year.

And guess what. Thanks to her, I never again go to KFC for breakfast now.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: